BAB
I
LINGKUP ADMINISTRASI
1. Administrasi
Sebagai Ilmu dan Seni
Administrasi sebagai ilmu pengetahuan (science) baru berkembang sejak akhir
abad ke XIX, tetapi administrasi sebagai suatu seni (art0 atau administrasi
dalam praktek timbul bersamaan dengan timbulnya peradaman manusia.
Sebagai Imu Pengetahuan Administrasi merupakan :
- Fenomena masyarakat yang baru, karena timbul sebagai cabang ilmu-ilmu social
- Membawa prinsip-prinsip universal
- Kelompok apllied science, karena pemanfaatannya hanya ada apabila prinsip-prinsip, rumus-rumus dan dalil-daliulnya diterapkan untuk meningkatkan mutu berbagai kehidupan bangsa dan Negara.
Sedangkan
adminisrasi sebagaiu Seni (art) atau praktek, merupakan proses kegiatan yang
perlu dikembangkan secara terus-menerus, agar administrasi sebagai suatu sarana
untuk mencapai tujuan benar-benar dapat memegang peranan yang diharapkan.
2. Pengertian
Administrasi
Mempelajari suatu istilah sebagainya
terlebih dahulu menemukan akar kata dari istilah itu. Secara etimologis
administrasi berasal dari dalam bahasa inggis ”Administration”
merupakan bentuk adjective dari kata ”administer”. Menurut The Liang Gie
91992:9), kata “ administer” berasal dari kata Latin : ad + minstrare yang
artinya to serve, dalam bahasa Indonesia ‘melayani, membantu, menunjang, atau
memenuhi.”
Kemudian kata “administer” dalam bahasa inggris itu diartikan sabagai to
manage, to conduct, to direct. To manage artinya mengurus, megatur, meleksanakan,
mengelola. To conduct artinya memimpin , mengadakan. To direct artinya
menunjukkan, mengatur.
Dari penjelasan tentang istilah administrasi dapat disiumpulkan bahwa kata
“administrasi” bukan lahir pada abad modern, tetapi sudah dipergunakan pada
zaman sebelum masehi. Demikian pula Silalahi (1992;3) menyatakjan bahwa di
zaman Romawi, eorang administrator adalah seorang yang mendapat kepercayaan
untuk meleksanakan tugas dari seorang pemilik harta kekayaan untuk mengurus
semua harta kekayaan berikut personil dalam suatu organisasai.
v Arti administrasi
Arti
administrasi di bedakan dalam 2 pengertian
a. Administrasi dalam arti sempit, yaitu dari
kata administralete (Bahasa Belanda) yang meliputi kegiatan: surat-menyurat,
catat-mencatat, pembukaan ringan, ketik-mengetik, agenda dan sebagainya yang
bersipat teknis ketatausahaan.
b. Administrasi dalam arti luas dari kata
administration (Bahasa Inggris) yaitu menurut para ahli:
·
Menurut leonard
D. white, dalam bukunya: introduction to
the study of public administration.
Administrasi
adalah suatu proses yang pada umumnya terdapat pada semua usaha kelompok Negara
atau swasta, sipil atau militer, usaha besar atau kecil dan sebagainya.
·
H.A. Simon dan
kawan-kawan, dalam bukunya: public
administration.
Administrasi
sebagai kegiatan daripada kelompok yang mengadakan kerja sama untuk
menyelesaikan tujuan bersama.
·
William H.
Newman, dalam bukunya: administrative
action.
Administrasi
sebagai bimbingan, kepemimpinan dan pengawasan daripda usaha-usaha kelompok
individu-individu terhadap tercapainya tujuan bersama.
v Ciri-ciri
administrasi dapat di golongkan:
·
Adanya kelompok
antara 2 orang atau lebih.
·
Adanya kerja sama
dari kelompok tersebut.
·
Adanya
kegiatan/proses/usaha.
·
Adanya bimbingan,
kepemimpinan, dan pengawasan.
·
Adanya tujuan.
v Pengolongan ilmu
administrasi di bedakan dalam 2 golongan.
·
Administrasi
Negara (public administration) yaitu kegiatan-kegiatan/proses/usaha di bidang
kenegaraan
·
Administrasi
swasta/niaga (private/business administration), yaitu
kegiatan-kegiatan/proses/usaha yang dilakukan di bidang swasta/niaga.
3. Sejarah
masuknya Ilmu administrasi di Indonesia
Dalam masa penjajahan belanda, kepada masyarakat Indonesia deperkenalkan
istilah “administratie” dengan ejaan sesuai dengan ejaan Bahasa Belanda yang
mempunyai arti “setiap penyususn keterangan-keterangan secara sistematis dan
pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu iktisar
mengenai keterangan-keterangan itu dalam keseluruhannya dan dalam hubungannya
satu sama lain. Istilah “administasi” ininlah yang mulai deperkenalkan pada
masyarakat Indonesia sebagai “tata usaha” atau dikenal dalam bahasa Inggris
clerical work atau paper work dalam arti sempit. Pemehaman ini jauh berbeda
dengan konsep adminisrasi dalam arti luas yaitu pengurusan atau penetaan yang
kembangkan oleh fayol di Perancis semenjak akhir abad ke-19, sampai yang
dikembangkan oleh para pakar pada dewasa ini.
4. Defenisi dan Hakekat Administrasi
Cara mengkaji makna beberapa definisi administrasi seperti yang dirumuskan oleh
beberapa pakar seperti Ordway Tead (1953), J.E. Walters (1959), Leornad D. White
(1957), Silalahi (1992), Herbert simon (1956), SP Siagian (1980), Stephen
Robbins (1983), dapat disimpulkan bahwa jika ada sekelompok orang bekerjasama
melakukan suati kegiatan substatife untuk mencapai suatu tujuan, maka terhadap
orang-orang yang bekerja sama itu prlu dilakukan penataan yang disebut sebagai
administrasi. Definisi tersebut tidak dapat menyebutkan secara khusus tentang
kelompok pap dan dimana terjadinya administrasi, hal ini mempunyai makna bahwa
administrasi mempunyai makna administrasi mempunyai “pengertian luas” dapat
terjadi dimana saja dan kelompok manusia yang dimaksud itu tidak terbatas pada
kelompok yang tergabung dalam organisasi formal.
Setelah memahami beberapa definisi dan pengertian administrasi, makna pada hakekatnya
administrasi memiliki tiga faktor atau cirri khas terjadinya poses administrasi
yaitu sekelompom manusia, kerja sama, dan tujuan bersama yang ingin dicapai.
Berdasarkan ketiga cirri tersebut maka pokok pikiran dapat diilustrasikan
sebagai berikut:
Tiga Faktor
Secara hakiki
mereka sengaja berkelompok karena ada kepentingan yang sama untuk mencapai
tujuan tertentu.
Hakikat kerja
sama yang dimaksud
adalah usaha dua orang manusia atau lebih yang berdasarkan kepentingan atau
kemauan bersama ingin mencapai sesuatu atau untuk memperoleh sesuatu atau untuk
memperoleh sesuatu apapun menciptakan sesuatu.
Hakikat tujuan, adanya sesuatu kebutuhan, dapat berupa
kebutuhan material, financial, ataupun bercorak rokhaniah, yang diupayakan
dengan kegiatan-kegiatan nyata agar dapat terpenuhinya tersebut
Dengan adanya ke tiga faktor tesebut di atas, timbul proses penataan terhadap
kegiatan nyata untu mencapai tujuan yang disebut Administrasi.
5.
Kriteria/Krateristik Pokok Administrasi
a.
Rasionalitas
Segala
aspek dalam hendaknya dilakukan dengan perhitungan dan pertimbangan yang
berdasarkan akal sehat, tidak berdasarkan pertimbangan emosional dan tidak
berdasarkan perimbangan subjektif.
b.
Efektifitas
Efektifitas
mempunyai arit mencapa hasil sesuai dengan yang diinginkan atau yang
diencanakan. Dengan dilakukannya kerjasama bermaksud agar tujuan dapattercapai
sepeti yang diinginkan atau seperti yang direncanakan, manakalah jika
dikerjakan oleh seorang diri tujuasn tidak akan tercapai.
c.
Efisiensi
Efisiensi
dapat dijelaskan sebagai penggunaan bahan dan biaya seminimal mungkin dengan
dapat mencapai hasil yang maksimal, atau jika berbentuk upaya dengan
pengorbanan yang sekecil mungkin dapat mencapai hasil yang sebesar mungkin.
6.
Prinsip-prinsip umum dari pada Administrasi
Fayol meletakkan sejumlah prinsip-prinsip umum dari pada administrai yang
dipergunakan sebagai suatu rangka dalam membuat bukunya, dimana ia membagi
prinsip-prinsip administrasi menjadi 14 bagian yaitu :
- pembagian kerja (division of work)
- kewenangan dan tanggung jawab (authority and rensponsibility)
- disiplin (discipline)
- kesatuan perintah (unity of command)
- kesatuan arah/tujuan (unity of direction)
- mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan individu (suborganization of individual to general interest)
- penggajian (remuneration)
- sentralisasi (centralisasion)
- skala hirarki (scalar chain)
- tata tertib (order)
- keadilan (equity)
- stabilitas dari pada jabatan (stability of tenure)
- Prakarsa (intiative)
- solidaritas antar sesama kawan sekerja (espirit de corps)
Dalam
membicarakan prinsip-prinsip ini, Fayol memberikan saran bahwa setiap kelakuan
dalam administrasi tidak perlu ada atau absolut. Menurut Fayol prinsip-prinsip
administrasi adalah luwes,dan dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang ada,
yaitu kebutuhan adanya “intelegensi, pengelaman, keputusan,dan keseimbangan”.
BAB
II
Organisasi (Organization)
1. Definisi Organisasi
Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan anggota dalam bentuk
struktur organisasi untuk mencapai tjuan organisasi dengan sumber daya yang
dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun eksteren. Dimana
dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang
merupakan dasar proses pengorganisasian.
Mc farland mengtakan “organisasi
adalah suatu kelompok manusia yang dapat dikenal yang menyumbangkan usahanya
terhadap tercapainya suatu tujuan”.
Dimock mengatakan. “organisasi
adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling
ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui
kewenanga, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah
ditentukan”.
James D. Mooney mengatakan, “Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan
manusia untuk mencapai tujuan bersama”
Chester
I. Barnard memberikan pengertian bahwa organisasi yaitu suatu sistem aktivitas
kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
- Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
- organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
Cirri-ciri organisasi:
1. Adanya suatu kelompok orang yang dikenal
2. Adanya kegiatan yang berbeda-beda tetapi satu
sama lain saling berkaitan yang merupakan kesatuan usaha/kegiatan.
3. Tiap-tiap anggota memberikan sumbangan
usahanya/tenaganya.
4. Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan
5. Adanya suatu tujuan
Unsur-unsur dasar yang
membentuk organisasi :
1.
Adanya tujuan bersama
2. Adanya kerjasama dua orang atau lebih
3.
Adanya pembagian tugas
4.
Adanya kehendak untuk bekerjasama
2. Prinsip-prinsip daripada organisasi (the
principles of organization)
1. Prinsip bahwa organisasi harus mempunyai
tujuan yang jelas
2. Prinsip skala hirkhi
3. Prinsip kesatuan perintah/komando.
4. Prinsip Pelimpahan wewenang.
5. Prinsip daripada pertangung jawaban
6. Prinsip pembagian pekerjaan
7. Prinsip jenjang rentang pengendalian.
8. Prinsip fungsional.
9. Prinsip pemisahan.
10. Prinsip keseimbangan.
11. Prinsip fleksibilitas.
12. Prinsip kepemimpinan.
3. Bentuk-Bentuk Organisasi
Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan
departementasi yang menunjukkan hubungan kerjasama.
Bagan
ini menggambarkan lima aspek utama struktur organisasi, yaitu :
1.
Pembagian kerja
2.
Rantai perintah
3.
Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
4.
Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
5.
Tingkatan manajemen
Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas :
- Organisasi Garis
Merupakan
bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol.
Ciri-cirinya yaitu organisasi masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling
mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.
Kebaikannya :
- Kesatuan komondo terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
- Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.
- Proses pengambilan keputusan cepat
Kelemahannya :
- Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
- Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
- Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
- Organisasi Garis dan Staf
Dianut oleh
oraginisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang
beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu
orang yang ahli dalam bidang tertentu yany tugasnya memberi nasehat dan saran
dalam bidang kepada pemimpin dalam organisasi.
Kebaikannya :
- Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun yang kecil, serta apapun tujuan perusahan.
- Terdapat pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksanan sebagai akibat adanya staf ahli.
- Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
- Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsltasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
Keburukannya :
a. Rasa solidaritas menjadi berkurang,
karena karyawan menjadi tidak saling mengenal
b. Perintah-perintahmenjadi kabur dengan
nasehat dari stef, karena atasan dengan senang staf dapat terjadu adanya
perintah sendiri-sendiri padahal kewenangan berbeda.
c.
Kesatuan komando berkurang.
d.
Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan
pelaksanaan tugas.
3. Organisasi
Fungsional
Organisasi yang disusun atas dasar fungsi harus
dilaksanakan. Organisasi ini di pakai pada perusahan yang pembagian tugasnya
dapat dibedakan dengan jelas.
Kebaikan:
a. Pembidangan tugas menjadi lebih jelas.
b. Spesialisasi karyawan lebih efektif dijalankan dan
dikembangkan.
c. Solidaritas kerja, semangat kerjakaryawan tinggi.
Keburukan
:
a. Suatu
system begitu ruwet.
b. Koordinasi
menjadi suatu hal yang sangat vital.
c. Disiplin
sukar sangat ditegakan.
d. Sukar
mendapatkan pimpinan yang mempunyai pengetahuan yang luas karena
persyaratanberdasarkan atas tingkat-tingkat keahlian.
4 . Organisasi panitia.
Organisasi yang disusun berdasarkan
keahlian yang di miliki oleh setiap individu-individu tertentu
Kebaikan :
a.
Adanya dorongan kerjasama secara sukarela.
b.
Adanya koordinasi secara sederhana.
c.
Sumbangan adanya kelanjutan kebijaksanaan.
d.
Dapat membuat suatu rekomendasi secara
kolektif.
e.
Memainkan peran sebagai pendidik.
f.
Menitikberatkan pada fungsi keahlian.
Keburukan:
a. Sitem
tanggung jawab dibagi-bagi antar
anggota.
b. Mendorong
adanya kompromi.
c. Kurang
adanya sifat kepemimpinan.
d. Banyak
waktu terbuang oleh para anggota.
BAB
III
MANAJEMEN
1. Pengertian Manajemen (Definition of
Management)
Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang
memiliki arti seni melaksanakan
dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara
universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti
“mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa
latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa
Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari
Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris
ini juga berasal dari bahasa Italia.[1] Bahasa Prancis lalu
mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang
memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
2. DEFINISI
Mary Parker
Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer
bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Ricky W. Griffin
mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals)
secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai
sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada
dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah
manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada
keseragaman.
Pendapat lain
menjelaskan :
Manajemen : “keahlian
untuk menggerakan orang untuk melakukan suatu pekerjaan” (the art of getting
thing done through people) (Lawrence A. Appley, American Management Association)
Manajemen : “seni
dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan
pengontrolan dari pada “human and natural resources” untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan terlebih dahulu”.(oey Liang Gie, Guru besar manajemen
UI)
Manajemen sebagai
“proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan,
pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan
serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber
daya manusia serta sumber-sumber lain”. (George R. Terry, Ph.D)
Selanjutnya, bila
kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah
manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
1. Manajemen
sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
Menurut
pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda
definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna
definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah
definisi.
Dalam Encylopedia
of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan
mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Selanjutnya,
manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan
mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut
pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang
melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang
yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut
manajemen.
Menurut
pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu
ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat,
segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain
mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama
mengandung kebenarannya.
Menurut G.R.
Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan
bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan
organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
Manajemen juga
adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan
bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah
kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta
kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Menurut Mary
Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu
pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada
kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara
mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan
itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
Itulah manajemen,
tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada
satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James
A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan,
pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan
menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Dari gambar di
atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang
ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan,
pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses
tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan
organisasi.
3. Filsafat
Manajemen
Berbagai teori manajemen
berdasar pada filsafat dibawah ini antara lain : filasafat idealisme
(suatu keadaan yang amat sempurna yang menjadi pola dari segala sesuatu yang
kita dapati didunia ini), filsafat ini diterapkan dalam manajemen marxis dan
codetermination yang popular di Negara sosialis, jerman dan skandinavia.
filsafat realisme (dunia ini dan segala sesuatu yang terdapat
didalamnya adalah kenyataan yang tidak dapat dibantah), filsafat ini beriringan
dengan revolusi industri inggeris yang disusun Frederick W. taylor.
Filsafat
neo-thomisme ( kenyataan itu
rasio, keadaan, dan Tuhan sedangkan kebenaran adalah intuisi, segala sesuatu
yang masuk akal dan yang diwahyukan Tuhan) banyak dipraktikan oleh manajemen
katholik yang merujuk pada bible
filsafat
pragmatisme (pengalaman dan
segala sesuatu yang dapat dialami oleh manusia, keberanaran dapat dilihat dari
pendapat umum) yang banyak merujuk pada manajemen yang berlaku umum mellaui
opini public.
filsafat
eksistensialisme (kenyataan
adalah eksistensi atau keadaan yang menyerupai itu, kebenaran adalah pendapat
yang sejalan dengan pandangan pribadi seseorang), peran manusia menjadi
perhatian utama.
4. PRAKTIK
MANAJEMEN
Aplikasi dari
filsafat melahirkan beeberapa tahapan penerapan manajemen sebagaimana yang
diungkapkan George R. Terry (2006:67) membagi tahapan praktik manajemen
antara lain :
- Manajemen partisipasi
- Manajemen berdasarkan hasil (result management)
- Manajemen memperkaya pekerjaan (job enrichment),
- Manajemen prioritas produktifitas,
- Manajemen berdasarkan kemungkinan (contingency management)
- Manajemen pemanfaatan konflik
Odiorne membagi praktek manajemen dengan beberapa
tahapan :
- Manajemen memaksa (1920-an dan 1930-an)
- Manajemen mementingkan hubungan kemanusiaan (1940-an)
- Manajemen menggunakan tekanan (1950-an)
- Manajemen menurut keadaan (1960-an)
Bennet Silalahi (2001:10) membagai praktik manajemen menjadi
5 tahapan antara lain :
- manajemen teknologis
- manajemen administratif
- manajemen sistem kemanusiaan
- manajemen ilmiah
- manajemen sasaran dan hasil
E. FUNGSI MANAJEMEN MENURUT PARA AHLI
1. Menurut George R.Terry
- Perencanaan (Planning);
- Pengorganisasian (Organizing);
- Penggerakan (Actuating);
- Pengawasan (Controlling).
- Perencanaan (Planning);
- Pengorganisasian (Organizing);
- Penggerakan (Actuating);
- Pengawasan (Controlling).
2. Menurut Luther M. Gulick yang disadur oleh Dr. BN.Silalai
- Perencanaan (Planning);
- Mengorganisir (Organizing);
- Melengkapkan Tenaga Kerja (Staffing);
- Mengarahkan (Directing);
- Menyelaras/Mengkoordinir (Coordinating);
- Melaporkan (Reporting);
- Menyusun Anggaran (Budgeting).
- Perencanaan (Planning);
- Mengorganisir (Organizing);
- Melengkapkan Tenaga Kerja (Staffing);
- Mengarahkan (Directing);
- Menyelaras/Mengkoordinir (Coordinating);
- Melaporkan (Reporting);
- Menyusun Anggaran (Budgeting).
3. Menurut Henry Fayol
- Perencanaan (Planning);
- Mengorganisir (Organizing);
- Memerintah (Commanding);
- Mengkoordinir (Coordinating);
- Mengawasi (Controlling).
- Perencanaan (Planning);
- Mengorganisir (Organizing);
- Memerintah (Commanding);
- Mengkoordinir (Coordinating);
- Mengawasi (Controlling).
4. Menurut Koontz dan O. Donnel
- Perencanaan (Planning);
- Mengorganisir (Organizing);
- Melengkapkan Tenaga Kerja (Staffing);
- Mengarahkan (Directing);
- Mengawasi (Controlling).
- Perencanaan (Planning);
- Mengorganisir (Organizing);
- Melengkapkan Tenaga Kerja (Staffing);
- Mengarahkan (Directing);
- Mengawasi (Controlling).












































